Hari ini aku masih dalam suasana duka. Pasalnya tiga hari yg lalu sepupuku Ponirin (anak bibi) meninggal dunia. Kematiannya sangat misterius, hingga saat ini kami semua blm tau apa yg terjadi padanya saat menjelang ajal. Caritanya begini, dihari jum’at kemarin (tepatnya jum’at kliwon 2 februari 2007) sekitar jam 11 siang aku lagi nonton tv bersama abang dirumah, sedang asyik-asyiknya menikmati acara di tv tiba-tiba ponsel milik abangku berdering, dgn sigap dia angkat ponselnya. oh ternyata tetangga nenek (mama Eka dgn panggilan tante) yg menelepon dia. lalu diangkatnya dan suatu percakapan pun terjadi…
Abang : “Hallo…”
Mama Eka : “Hallo Gun, kamu ada dimana?”
Abang : “Ada dirumah, emang ada apa?”
Mama Eka : “Gini Gun, aku mau kasi’ kabar duka neh, Irin meninggal…”
Abang : “@#$%@!… Haaahh…. Irin meninggal? Yang bener nih…?”
Mama Eka : “Iya…., beneran lha Gun… Cepat ya datang ke rumah bibimu, disana masih sepi tuh, pasti banyak memerlukan bantuan…!”
Agun : “Innalillahi wainailaihi roji’un…., iya tan aku akan segera kesana, trimakasih tan….”
Saat aku mendengar abang ku berkata “Irin meninggal” aku langsung tersentak kaget, seakan tak percaya karena baru kemaren aku melihat dia melintas di depan rumah dan singgah ke rumah tetangga sebelah. Apalagi tadi malam Dia main futsal bersama abang kelima ku. Betapa kagetnya keluarga kami saat mendengar berita itu, tanpa pikir panjang lagi akhirnya kami segera meluncur ke rumah bibi.
Sesampainya dirumah bibi, badan ku jadi lemes saat melihat jasadnya yang sudah terbujur kaku di sana. Bagaimana tidak, dia itu teman sepermainanku di saat aku kecil, sering naik sepeda berdua, sering janjian tidur di rumah nenek, dll. Dengan kondisinya seperti itu aku jadi tak tega melihatnya.
Cerita dari mamanya (bibi) sebelum ditemukan meninggal :
Tadi malam dia emang ada main futsal sama temen-temen di gang, trus sekitar jam 10 malem dia pulang. Setibanya di rumah ga lama kemudian dia masuk kamar (mungkin mau tidur) sambil ngidupkan CD dan ga ada keluar kamar lagi. Trus sekitar jam 5.30 pagi paman dan bibi berangkat ke sawah, seperti biasa mereka hanya pamitan di depan piintu kamar saja “Rin…mama pergi..” tanpa ada sahutan dari Irin akhirnya mereka pun berangkat ke sawah.
Sekitar jam 10.30 siang paman pulang dari sawah, sementara bibi masih di perjalanan. Sesampainya dirumah paman heran
melihat kondisi rumah “ko’ lampu rumah blm mati ya…, rumah ko’ belum diberesin ya…?” akhirnya paman pun langsung ke kamar Irin. Dia melihat Irin dalam kondisi tengkurap. maksud hati ingin membangunkan, tapi…. ternyata badan Irin udah kaku, matanya sedikit terbuka. Betapa kagetnya paman melihat kondisi anaknya seperti itu, syok berat…
Tanpa pikir panjang pun paman langsung memeriksa tubuh Irin, ternyata ditubuhnya terdapat gigitan pada kemaluannya, di balik dengkul (lipatan kaki di atas betis) juga ada gigitan, di paha dan di pinggang ada bintik-bintik merah dan badannya sedikit membiru. Paman tidak tau apa yang terjadi padanya, celana pendek yang dipakainya pun penuh darah dan air seni (mungkin saat menahan sakit dia sampai terkencing-kencing). Akhirnya paman segera memotong celananya dan membaringkannya ke ruang tamu karena mau dimandikan dan di semayamkan.
Selamat jalan Irin… Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu dan memberikan tempat yang layak untuk mu. Amiiinnn…
Setelah keesokan harinya ada 3 orang pinter (dukun) yang mendengar cerita itu dan mereka bilang kalo itu yang menggigitnya adalah kuntilanak. Boleh percaya boleh juga tidak, sampai saat ini pun kami belum tau secara pasti penyebab kematiannya. Memang sih rumah bibi itu masih dekat dengan hutan (rumahnya paling ujung), dan malam-malam sebelumnya memang sering terdengar suara ketawa seorang perempuan yang misterius dan warga dekat rumah nya juga sering melihat sesosok wanita cantik dan sesosok makhluk yang sangat besar nan hitam. Tetapi karena udah biasa mendengar dan melihat hal tersebut, walaupun ada rasa takut namun mereka ga terlalu memperdulikannya. Untuk menghilangkan rasa takutnya paling mereka hanya masuk rumah dan berusaha untuk tidak mengganggunya. Namun setelah meninggalnya Irin warga setempat jadi ga berani keluar rumah sendirian. Dan setelah Irin meninggal suara tetawa wanita misterius itu kini pun sudah tak pernah terdengar lagi…